Categories

Wednesday, March 20, 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusasteraan



            Sastra merupakan pengungkapan pikiran kita melalui berbagai bentuk atau media. Media ini biasanya bisa melalui bahasa, tulisan, gambar seperti lukisan, musik ataupun melalui gaya bangunan (arsitektur). Melalui perkembangan sejarah dan kebudayaan, setiap manusia di bumi ini memiliki cara untuk mengungkapkan atau menuangkan pikiran mereka dalam cara yang berbeda-beda. Misalnya saja di Indonesia, banyak sekali memiliki keberagaman suku bangsa. Hal ini dapat membuat keberagaman budaya dan kesusastraan.
            Menurut saya, sastra dapat dikatakan bahasa yang mempunyai kemampuan yang menampung kegiatan manusia dan dengan sastra pula kita lebih mudah berkomunikasi dan menyampaikan apa yang ada di benak kita sesuai dengan pembawaan dan karakter mereka masing-masing. Salah satu perwujudannya adalah prosa. Prosa dibedakan menjadi prosa lama dan prosa baru. Prosa lama contohnya seperti kisah, legenda, fabel, peribahasa, pepatah ataupun hikayat. Biasanya prosa lama sangat terkait dengan adat istiadat masing-masing daerah. Salah satunya yang kita ketahui adalah Legenda Malin Kundang dari Tanah Minang dengan ciri khas Minangnya dan Legenda Sangkuriang yang khas juga dengan budaya Sunda. Kemudian ada prosa baru yang sifatnya lebih modern dan berdasarkan kehidupan sehari-hari seperti novel, cerpen, autobiografi, dan roman.
            Sekarang sudah semakin jarang orang mau mengenal lebih dalam mengenai prosa lama seperti kisah, legenda, fabel, dsb. Dizaman sekarang kebanyakan orang lebih sering mengenalnya melalui cerita-cerita di novel, cerpen yang isi ceritanya lebih banyak tentang kehidupan sehari-hari daripada nilai budaya setempat atau adat istiadat.
Malu bertanya sesat di jalan.
Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna.

No comments:

Post a Comment