Categories

Wednesday, April 17, 2013

Manusia dan Keadilan


    http://www.negarahukum.com/wp-content/uploads/2011/11/keadilankita.jpg    
Berbicara mengenai keadilan pastilah sangat kompleks dan sangat umum sekali di masyarakat. Keadilan berkaitan dengan konteks kebenaran, seimbang, dan kebijaksanaan. Di zaman sekarang penerapan nilai keadilan semakin kompleks dan terkadang kita menafsirkannya dengan cara yang berbeda-beda. Tidak usah jauh-jauh, setiap hari baik di media cetak ataupun media elektronik banyak sekali pemberitaan mengenai ketidakadilan dan bentuk-bentuk penyimpangan dari nilai keadilan itu sendiri.
            Di negeri kita sendiri, keadilan dibilang masih menjadi harga mahal dan hukum di negeri kita seolah dipermainkan alih-alih mengatakan keadilan itu sendiri. Hukum dan aturan yang seharusnya tegas bisa saja ‘diubah-ubah’ asal ada uang dan jabatan. Contoh kasusnya misal akhir-akhir ini ada seorang nenek dilaporkan oleh anaknya sendiri karena mencabut pohon tersebut di atas tanah milik anaknya sendiri. Padahal, sebelumnya tanah tersebut merupakan milik si nenek tersebut. Kemudian karena si nenek dan anaknya dimediasi dan tidak menemukan titik temu akhirnya si nenek terpaksa harus menjalani meja hijau karena perkara ingusan seperti ini. Coba kita bandingkan dengan para elit-elit politik di negeri ini yang hanya rajin ‘berkicau’ tanpa mau bertindak. Kasus-kasus yang mendera mereka bukan hanya sebatas mencuri pohon saja, melainkan mencuri uang rakyat dan menghalalkan segala cara untuk meraih jabatan dan kekayaan dari hasil yang tidak benar. Misalnya kasus korupsi Hambalang dan korupsi di tubuh partai Demokrat yang semakin larut dan tak jelas. Hukum di negeri kita seakan hanya tegak ke bawah saja dan bukannya tegak dari bawah hingga ke atas. Kalau di luar Indonesia misalnya kasus etnis Rohingnya dan pemerintah Myanmar, lalu kasus sengketa Sabah dengan pemerintah Malaysia dan masih banyak lagi.
            Keadilan sepertinya hanya milik mereka yang memiliki jabatan dan uang saja. Mereka yang tidak apa-apa ditindas oleh mereka yang memiliki segalanya. Hanya segelintir orang-orang yang bisa menegakkan keadilan, itu pun tak seberapa. Saya berharap kita seharusnya sadar akan kehidupan kita. Jika keserakahan, keegoisan, dan kebodohan masih melekat dalam setiap individu maka keadilan dan kebijaksanaan tidak akan berkembang. Pendidikan Agama sepertinya belumlah cukup untuk mengatasi hal ini. Banyak juga mereka yang berjilbab tapi melakukan korupsi dan tindakan melanggar hukum. Mungkin dengan memberikan efek jera kepada mereka yang berbuat tidak adil akan membantu penegakkan hukum dan keadilan di negeri ini.
Semoga semua makhluk berbahagia – Be Happy! ☺

No comments:

Post a Comment