Categories

Monday, November 10, 2014

Perencanaan Karangan

III.
Topik               : Jejaring Sosial dalam kehidupan sosial bangsa Indonesia
Tujuan             : Membuktikkan bahwa peran Jejaring Sosial juga berperan dalam upaya sosialisasi yang positif
Tesis                : Penggunaan Jejaring Sosial yang tepat dan dioptimalkan dapat membantu kehidupan sosial masyarakat sehingga lebih mudah terhubung antar individu dan menjalin komunikasi yang positif.
Kerangka Karangan:
1.            Pengantar Mengenai Jejaring Sosial
1.1.      Pengertian Jejaring Sosial
1.2.      Klasifikasi Jejaring Sosial
1.2.1.      Proyek Kolaborasi
1.2.2.      Blog dan Microblog
1.2.3.      Konten
1.2.4.      Situs Jejaring Sosial
1.2.5.      Virtual Game World
1.2.6.      Virtual Social World
1.3.      Ciri-ciri Jejaring Sosial
2.            Perkembangan Jejaring Sosial
2.1.      Di Dunia
2.2.      Di Indonesia
3.            Pertumbuhan Jejaring Sosial di Masyarakat Indonesia
3.1.      Di pulau Sumatera
3.2.      Di pulau Jawa
3.3.      Di pulau Papua
4.            Jejaring Sosial terhadap Masyarakat Indonesia
4.1.      Keuntungan Masyarakat Indonesia Terhadap Adanya Jejaring Sosial
4.2.      Masalah-Masalah yang Dihadapi Masyarakat Indonesia Terhadap adanya Jejaring Sosial
Latar Belakang:
Jejaring Sosial saat ini sedang digandrungi oleh semua orang, dan tidak mengenal status orang. Orang kaya, orang miskin, pelajar, mahasiswa, orang tua, anak muda, orang desa, orang kota, semua dapat mengakses Jejaring Sosial.
Jejaring Sosial kata yang tidak asing kita dengar saat ini, tahukah anda artinya? Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, tentu saja Social Media itu adalah Jejaring Sosial – sebuah tempat untuk melakukan aktifitas bersosialisasi – berbaur dan bergabung dengan orang lain. Kata Jejaring Sosial menjadi populer ketika Facebook dan Twitter mulai dikenal oleh kalangan pengguna Internet, hal ini yang kemudian membuat Jejaring Sosial dan Internet menjadi tidak terpisahkan. Tidak heran, jika mendengar kata Jejaring Sosial maka pikiran orang orang tentu akan langsung tertuju pada Internet – Facebook, Twitter, Blogging, Youtube dan semua fasilitas-fasilitas lainnya yang menjembatani hubungan dan interaksi antar manusia.
Di Indonesia sendiri, kegiatan ber-Jejaring Sosial sebenarnya telah ada sejak lama – dengan bermunculannya berbagai macam forum diskusi berbasis web seperti KasKus misalnya, hanya saja demam Jejaring Sosial mulai terasa ketika sebuah situs pertemanan bernama Friendster mulai naik daun – saat itu banyak orang mulai merasa sangat penting untuk menampilkan sosok dirinya untuk dikenal orang lain. 
Jejaring Sosial memiliki dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya “kecil” bisa seketika menjadi besar dengan Jejaring Sosial, begitupun sebaliknya orang “besar” dalam sedetik bisa menjadi “kecil” dengan Jejaring Sosial. Apabila kita dapat memanfaatkan Jejaring Sosial, banyak sekali manfaat yang kita dapat, sebagai media pemasaran, dagang, mencari koneksi, memperluas pertemanan, dll. Tapi apabila kita yang dimanfaatkan oleh Jejaring Sosial baik secara langsung ataupun tidak langsung, tidak sedikit pula kerugian yang akan di dapat seperti kecanduan, sulit bergaul di dunia nyata, dan lain – lain). Orang yang pintar dapat memanfaatkan Jejaring Sosial ini untuk mempermudah hidupnya, memudahkan dia belajar, mencari kerja, mengirim tugas, mencari informasi, berbelanja, dan lain - lain.
 Jejaring Sosial menambahkan kamus baru dalam pembendaharaan kita yakni selain mengenal dunia nyata kita juga sekarang mengenal “dunia maya”. Dunia bebas tanpa batasan yang berisi orang-orang dari dunia nyata. Setiap orang bisa jadi apapun dan siapapun di dunia maya. Seseorang bisa menjadi sangat berbeda kehidupannya antara didunia nyata dengan dunia maya, hal ini terlihat terutama dalam Jejaring Sosial.

Masalah:
1.      Apa yang dimaksud Jejaring Sosial?
2.      Tuliskan macam – macam jejaring sosial?
3.      Apa saja manfaat adanya jejaring sosial?
4.      Apa saja dampak negatif dari jejaring sosial?
5.      Apa saja jenis kejahatan yang dapat terjadi dalam ruang lingkup jejaring sosial?
6.      Bagaimana cara mencegah dampak negatif dalam jejaring sosial dari sudut pandang sosial?
7.      Bagaimana cara mencegah dampak negatif dalam jejaring sosial dari sudut pandang agama?

Tujuan:
1.      Mengetahui lebih dalam tentang jajaring sosial asli Indonesia,
2.      Mengenal macam – macam jejaring sosial asli Indonesia,
3.      Mengetahui manfaat dari jejaing sosial,
4.      Mengetahui dampak – dampak dari jejaring sosial,
5.      Mampu memanfaatkan jejaring sosial sesuai kebutuhan,
6.      Mengarahkan jejaring sosial untuk membangun komunikasi yang positif.

Batasan Masalah:
Dalam penyusunannya penulis membatasi menjadi beberapa sup pokok bagian yang meliputi:
1.      Pengertian jejaring sosial
2.      Jenis-jenis dari jejaring sosial
3.      Keuntungan atau dampak positif dari jejaring sosial
4.      Kerugian atau dampak negatif dari jejaring sosial
5.      Tindak kriminal atau pelanggaran hukum yang mungkin dilakukan dengan jejaring sosial
6.      Cara mengatasi tindak pelanggaran hukum yang mungkin dilakukan melalui jejaring sosial

Saya mendapatkan data penulisan melalui wawancara atau interview yang dilakukan langsung kepada informan, melalui angket yang diajukan ke beberapa orang, melalui observasi dan pengalaman keseharian yang saya lakukan.
Saya mengendalikan variabel topik tersebut dengan melakukan pemilihan topik yang baik. Kemudian melakukan pembatasan yang mencakup konsep, variabel, data, lokasi pengumpulan data, dan waktu pengumpulan data. Kemudian juga didukung dengan data yang relevan dengan pembahasan masalah.
Saya mengorganisasi karangan dengan menyusun seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis: penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis.
Saya mengembangkan penalaran karangan sampai dengan simpulan melalui penalaran secara induktif yaitu diawali dengan observasi data, pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri dengan kesimpulan umum.

II.
1.      Bacaan di atas berupa laporan: b. Kuantitatif.
2.      Laporan tersebut disusun secara: a. Induktif.
3.      Laporan di atas berisi: c. Perencanaan.
4.      Bahasa laporan itu: a. Efektif
5.      Pendekatan pembahasan: b. Ilmiah

I.
1.      Ragam bacaan di atas: d. Berita.
2.      Topik bacaan di atas: a. Penyimpangan sampel.
3.      Kalimat kedua menyatakan: a. Perbedaan sampel besar dan sampel kecil.
4.      Kata sampel sebaiknya ditulis c. Sampel.
5.      Kalimat kelima “Berarti, untuk sampel-sampel kecil, kesimpulannya tak dapat dijamin.” Untuk sampel-sampel kecil merupakan: c. Subjek
6.      Topik yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut ini kecuali: c. Cukup luas.
7.      Contoh topik yang baik bagi studi akuntansi misalnya: b. Analisis fungsi prakiraan bisnis terhadap kinerja keuangan.
8.      Kalimat tesis yang baik misalnya: b. Penggunaan program komputer yang dirancang secara tepat akan berpengaruh secara positif terhadap pengembangan sistem kerja.
9.      Kalimat tesis yang baik memenuhi syarat berikut ini kecuali: d. Menggunakan kata konotasi.
10.  Pilihlah contoh perumusan masalah karangan ilmiah yang menuntut adanya analisis: c. Adakah hubungan sistem kerja terrhadap efisiensi produksi?
11.  Kata yang menyatakan tujuan penelitian: c. Menyimpulkan.

Latihan dan Tugas Mandiri
1.      Hakikat perencanaan karangan adalah proses awal dalam membuat karangan sampai dengan akhir penulisan. Penulisan sebuah karangan harus memenuhi persyaratan.Persyaratan ini menyangkut isi, bahasa, dan teknik penyajian, Oleh sebab itu untuk membuat sebuah karangan perlu direncanakan dan tentunya sesuai dengan pengelompokkan karangannya, baik menurut bentuk, ragam, jenis, rumpun, ataupun macam karangannya.
2.      Mengarang merupakan proses kreatif. Pertama tahap persiapan yaitu mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan arah dan fokus penulisan, mengamati objek yang akan ditulis, dan memperkaya pengalaman kognitif untuk proses selanjutnya. Kedua tahap inkubasi (pendadaran) yaitu proses logis dengan memanfaatkan seluruh informasi yang akan dikumpulkan dari sebab ke akibat atau tesis – antitesis sampai dengan sintesis yang merupakan pemikiran sinergi kreatif yang juga bersifat khas sampai dengan pembahasan yang lebih luas yang merupakan solusi, pemecahan masalah, atau jalan keluar atas pemikiran yang dihadapi. Ketiga tahap iluminasi atau kejelasan yang ditandai dengan adanya inspirasi pemecahan masalah. Keempat tahap verifikasi yaitu mengevaluasi, memeriksa kembali, atau menyeleksi seluruh tahapan, dan menyusunnya kembali sesuai dengan fokus tujuan penulisan.
3.      Jenis-jenis karangan ilmiah adalah:
a.       Makalah
Makalah membahas sebuah topik yang terkait dengan perkuliahan atau tema dalam suatu seminar, simposium, kongres, atau seminar dan lokakarya.
b.      Artikel Jurnal
Artikel jurnal adalah karangan ilmiah dalam bidang ilmu tertentu yang diterbitkan dalam sebuah jurnal yang khusus menerbitkan bidang kajian ilmu tersebut.
c.       Proposal
Proposal adalah karangan ilmiah yang berisi rancangan kerja.
d.      Laporan Ilmiah
Laporan adalah penyampaian informasi yang ditulis secara lengkap, jelas, sistematis, objektif, dan tepat waktu oleh seseorang kepada orang lain atau pejabat.

4.      Tahapan (proses) penyusunan karangan adalah
(1)   Prapenulisan
a.       Menyusun daftar pustaka sementara, dan menentukan topik atau judul, masalah, tujuan, dan kalimat tesis,
b.      Menyusun garis besar isi dan menyem-purnakannya menjadi kerangka karangan lengkap setelah datanya lengkap,
c.       Menetapkan landasan teoritis,
d.      Menetapkan sumber data (primer, sekunder) dan cara mengumpulkannya,
e.       Menetapkan metode pembahasan,
f.       Menyusun daftar pustaka sementara,
g.      Menjadwalkan pelaksanaanya.
(2)   Penulisan
a.       Menuliskan keseluruhan naskah secara konseptual, disertai kutipan atau data yang diperlukan;
b.      Penulisan tersebut mencakup:
                                                  i.            Bagian pelengkap pendahuluan (halaman judul, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel),
                                                ii.            Bagian naskah utama:
a)      Pendahuluan:
(i) Latar belakang menguraikan kesen-jangan antara kondisi ideal dengan fakta, alasan mengapa topik kajian perlu dibahas, studi pustaka sebagai landasan ideal dan kesenjangannya dengan kenyataan yang dihadapi, (ii) Masalah berupa pertanyaan yang timbul sebagai konsekuensi pemba-hasan pada latar belakang. (iii) Tujuan menjelaskan upaya yang hendak dicapai, (iv) Pembahasan masalah menjelaskan bagaimana menjawab masalah dan tujuan yang hendak dicapai atau ruang lingkup yang hendak dibahas, dan metode pembahasan yang digunakan.
b)      Bahasan utama:
(i)     Deskripsi teori menggambarkan teori variabel pertama dan variabel kedua, (ii) Metode penelitian menjelaskan jenis metode yang digunakan (misalnya: deskriptif, kualitatif, analisis fungsi x terhadap y). Penjelasan metode pengumpulan data yang digunakan (misalnya: observasi, wawancara, pengujian, angket), cara menganalisis data, dll Bahasan selanjutnya: (iii) deskripsi data yang sudah diolah, (iv) analisis data dilakukan dengan metode penelitian di atas, dan (v) hasil analisis menyajikan temuan yang diperoleh melalui analisis data.
c)      Kesimpulan dan saran:
(i)     Kesimpulan menyajikan penafsiran atas hasil analisis. (ii) Saran (rekomendasi) menyajikan usulan kepada seseorang, sekelom-pok orang, atau pimpinan lembaga untuk melakukan suatu perbaikan atas kekurangan yang ditemukan dalam penelitian atau pembahasan.
                                              iii.            Pelengkap kesimpulan (daftar pustaka, lampiran, indeks).
(3)   Penyuntingan (Editing) : Penyuntingan naskah, penyuntingan materi, dan penyuntingan bahasa.
(4)   Penulisan naskah yang sudah sempurna, tanpa kesalahan.
(5)   Presentasi yaitu menyajikan hasil akhir penulisan makalah atau skripsi.

5.      Syarat-syarat topik yang baik adalah:
a.       Topik yang baik bagi penulis, sesuai dengan: bidang keahliannya, bidang studi yang didalami, pengalaman penulis, pengalaman kerja, praktik di lapangan, penelitian, partisipasi dalam bidang ilmiah, bidang kerja atau profesi, karakter penulis (baik, cerdas, inovatif da kreatif), temuan yang pernah diteliti, kualifikasi pengalaman nasional, internasional) kemam-puan memenuhi tuntutan masyarakat, kemam-puan memenuhi kebutuhan pembacanya, dan temuan baru dalam bidang iptek yang diper-lukan pembaca.
b.      Topik yang baik bagi pembaca, adalah topik yang dapat mengembangkan poptensi pem-bacanya, yaitu untuk mencapai target informasi yang diharapkan, untuk meningkatkan kecerdasan, meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan dan meningkatkan karier dan profesinya, upaya mempertajam dan memperhalus daya nalar, sesuai dengan kebutuhan informasi iptek yang diperlukan dll.
6.      Perbedaan topik dan judul karangan adalah topik merupakan pembicaraan dalam keseluruhan karangan yang akan dibahas. Setelah diperoleh topik yang sesuai topik tersebut dinyatakan dalam suatu judul yaitu nama atau titel karangan.
7.      Syarat-syarat kalimat tesis adalah:
a.       Berisi gabungan rumusan topik dan tujuan;
b.      Penekanan topik sebagai suatu pengungkapan pikiran;
c.       Pembatasan dan ketepatan rumusan;
d.      Berupa kalimat lengkap terdapat subjek dan predikat(objek);
e.       Menggunakan kata khusus dan denotatif(lugas);
f.       Berupa pernyataan positif – bukan kalimat tanya, bukan kalimat seru, dan bukan kalimat negatif.
g.      Dapat mengarahkan, mengembangkan, dan mengendalikan penulisan; dan
h.      Dapat diukur dan dibuktikan kebenarannya.

8.      Melengkapi kalimat tesis:
1)      Topik         : Kreativitas baru produksi pangan dari singkong.
Tujuan       : Membuktikan bahwa bahan baku singkong dapat diolah dalam     berbagai jenis pangan yang dapat dijadikan komoditas ekspor.
Tesis          : Inovasi bahan baku singkong untuk varian makanan baru yang menghasilkan produk berdaya saing tinggi di pasar Internasional.
2)      Tesis          : Efisiensi sumber daya ekonomi akan menghasilkan produk sepatu  tangguh berdaya saing tinggi di pasar Internasional.
Topik         : Efisiensi dalam industri sepatu
Tujuan       : Melakukan pengembangan dan efisiensi sumber daya dalam industri kreatif untuk pasar Internasional.
9.      Topik yang kreatif dan inovatif sesuai dengan bidang studi saya:
Topik               : Efisiensi pengelolaan komputerisasi pada rumah sakit
Tujuan             : Membuat pengelolaan dan sumber daya di rumah sakit berjalan lebih efektif dengan komputerisasi sehingga meningkatkan kualitas pelayanan
Tesis                : Pengelolaan sistem komputerisasi yang tepat untuk peningkatan kualitas sumber daya dan efisiensi rumah sakit sehingga dapat melayani pasien lebih cepat, tepat, dan akurat.

10.   Kerangka Karangan:
Topik : Perdagangan Elektronik (E-Commerce)
Tema :  Jual Beli Melalui Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia
1.              Pengertian Perdagangan Elektronik
1.1      Sejarah Perkembangan Perdagangan Elektronik
1.2      Klasifikasi Perdagangan Elektronik
1.2.1        Business to Business (B2B)
1.2.2        Business to Consumer (B2C)
1.2.3        Consumer to Consumer (C2C)
1.2.4        Consumer to Business (C2B)
1.2.5        Non Business E-Commerce
1.2.6        Intrabusiness (Organizational) E-Commerce
2.              Contoh Situs Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia
2.1      Toko Bagus
2.2      Lazada
2.3      Berniaga
2.4      Bhinneka
2.5      Tokopedia
3.              Berbelanja Online Melalui Situs E-Commerce
3.1      Produk-produk yang dijual di Situs E-Commerce
3.2      Sistem Pembayaran dan Pengiriman Produk
3.3      Kelebihan dan Kekurangan Berbelanja Melalui E-Commerce
5.3.1.      Kelebihan Berbelanja Melalui E-Commerce
5.3.2.      Kekurangan Berbelanja Melalui E-Commerce
5.3.2.1.Beberapa Risiko Jika Berbelanja Melalui E-Commerce
4. Mengatasi Penipuan yang Marak Terjadi di Situs E-Commerce
4.1.  Memilih Cara Pembayaran/Transaksi yang Aman
4.2.  Tips-tips Menghindari Penipuan Ketika Berbelanja Melalui E-Commerce 

No comments:

Post a Comment